WELCOME TO OLIF'S WORLD

Inilah Aku dengan duniaku... dengan segala rasa dan asa.. Selamat menjelajah dalam duniaku...thankz

Minggu, 18 Oktober 2009

IDEOLOGI NEGARA-NEGARA

                                        IDEOLOGI NEGARA-NEGARA
KOREA SELATAN : 
 Ideologi yang dipakai di Korea Selatan adalah Demokrasi dengan ciri-ciri sebagai berikut :
 Pertama, demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik. 
 Kedua, anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan berbicara, kebebasan beragama dan kebebasan pers. 
 Ketiga, pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. Keputusan yang dibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuat keputusan untuk diri sendiri. 
 Keempat, kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk. Oleh karena itu, pemerintahan dijalankan sedemikian rupa sehingga penyalahgunaan kekuasaan dapat dicegah. Pendek kata, kekuasaan dicurigai sebagai hal yang cenderung disalahgunakan, dan karena itu, sejauh mungkin dibatasi. 
 Kelima, suatu masyarakat dikatakan berbahagia apabila setiap individu atau sebagian besar individu berbahagia. Walau masyarakat secara keseluruhan berbahagia, kebahagian sebagian besar individu belum tentu maksimal. Dengan demikian, kebaikan suatu masyarakat atau rezim diukur dari seberapa tinggi indivivu berhasil mengembangkan kemampuan-kemampuan dan bakat-bakatnya. 
 Alasan menggunakan ideologi tersebut :
Sejarah Korea Selatan membuktikan bahwa pemerintahan yang otoriter itu mempunyai banyak faktor pendukung, secara internal maupun eksternal. Dominasi yang kokoh dari militer serta hasrat untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi pada akhirnya memaksa rakyat memahami dan menerima pemerintahan yang otoriter. Apalagi secara eksternal Korea Selatan dihadapkan pada bahaya agresi dari Korea Utara dan Cina, sehingga untuk waktu hampir 40 tahun pemerintahan Korea Selatan yang otoriter sepertinya memperoleh legitimasi walaupun hal itu bisa disebut sebagai legitimation by default.
Dan terakhir pada jaman pemerintahan Roh Tae Woo kita melihat upaya ke arah pemerintahan yang demokratis ditumbuhkan. Inilah jaman transisional. Pada jaman inilah kita melihat penolakan yang semakin kuat dari rakyat Korea Selatan terhadap pemerintahan otoriter. Bersamaan dengan itu penerimaan terhadap demokrasi semakin menguat apalagi karena Korea Selatan sudah semakin mapan secara ekonomi sebagai macan Asia yang baru bersama Singapore, Hongkong, dan Taiwan (NIC’s).

Akan tetapi demokratisasi itu tidak gampang. Ada banyak faktor yang menghambat demokratisasi itu seperti sentralisasi pemerintahan yang rapi dan hampir tak berkembangnya pluralisme, pembangunan ekonomi politik yang tidak merata, melembaganya nilai-nilai sosial yang otoriter, polarisasi ideologi antara authoritanism dengan demokrasi pada satu pihak, dan antara aliran kiri dan kanan di pihak lainnya, serta adanya persoalan ancaman keamanan yang riil yang pada dasarnya mensyaratkan kuatnya militer di segala bidang. Tentu ada faktor-faktor lain, tetapi kesemua hal di atas telah memberi tanah berpijak yang subur bagi keberadaan pemerintahan yang otoriter. Pemerintahan militer di Korea Selatan telah begitu berhasil selama empat dekade menanamkan kontrol terhadap kekuatan-kekuatan sosial yang antipemerintahan otoriter. Bersyukurlah bahwa pembangunan ekonomi Korea Selatan yang cepat dan sukses telah melahirkan suatu klas menengah yang semakin kuat yang kemudian menjadi kekuatan yang mendorong terjadinya demokrasi. Pada dekade 1980-an klas menengah ini menjadi semakin kuat sehingga meski mereka tidak sepenuhnya mendorong demokrasi tetapi mereka tidak lagi mendukung pemerintahan yang otoriter. Dan semakin banyak rakyat KorSel yang yakin bahwa demokrasi dan demokratisasi adalah ”paspor” emas untuk masuk dalam perkumpulan negara-negara maju. Ada beberapa faktor yang menjadi faktor penentu terjadinya demokratisasi di Korea Selatan. Antara lain adalah berhasilnya sosialisasi demokrasi di kalangan masyarakat; bertumbuhnya klas menengah yang orientasinya pada demokrasi; semakin mahalnya ongkos represi di tengah tuntutan akan demokrasi; munculnya kemauan politik rakyat untuk diakui dan diterima oleh komunitas dunia sebagai negara demokratis, status yang semakin penting bagi kelanjutan pertumbuhan ekonomi, dan adanya pengaruh dan tekanan eksternal terutama dari AS agar pemerintahan demokratis ditumbuhkan. Kesemua faktor di atas secara kumulatif telah mempercepat terjadinyademokratisasi di Korea Selatan.


REPUBLIK RAKYAT CINA
 Ideologi yang dipakai di Republik Rakyat Cina adalah Komunisme
 Alasan menggunakan ideologi tersebut :
 perjuangan kelas dan penghapusan kelas-kelas dimasyarakat, sehingga negara hanya sasaran antara :
a. penolakan situasi dan kondisi masa lampau, baik secara tegas ataupun tidak, 
b. analisa yang cendrung negatif terhadap situasi dan kondisi yang ada, 
c. berisi resep perbaikan untuk masa depan dan, d. rencana-rencana tindakan jangka pendek yang memungkinkan terwujudnya tujuan-tujuan yang berbeda-beda.
 system pemerintahan (hanya): otoriter/totaliter/dictator

• SINGAPORE
 Ideologi yang dipakai di Singapore adalah Demokrasi
 Alasan menggunakan ideologi tersebut :
Dalam hal ini dilihat dari pembangunan ekonomi yang turut dikaitkan dengan tahap pendemokrasian dalam ertikata ekonomi yang lebih maju turut menyumbang kepada peningkatan tahap demokrasi yang diamalkan oleh sesebuah negara. Tesis yang popular ini dikemukakan oleh Lipset (1973). Lipset, ahli sosiologi politik yang tersohor, walau bagaimanapun melihat hubungan pembangunan ekonomi dan demokrasi berpandukan pengalaman masyarakat maju Barat yang homogen yang latarbelakang sejarah masyarakatnya jauh berbeza dari masyarakat membangun seperti Asia Tenggara.

AMERIKA SERIKAT
 Ideologi yang dipakai di Amerika Serikat adalah Liberalisme
 Alasan menggunakan ideologi tersebut :
 Kebebasan Individu
 berkembang sebagai respons terhadap pola kekuasaan negara yang absolut, pada tumbuhnya negara otoriter yang disertai dengan pembatasan ketat melalui berbagai undang-undang dan peraturan terhadap warganegara
 landasan pemikirannya adalah bahwa menusia pada hakikatnya adalah baik dan berbudi-pekerti, tanpa harus diadakannya pola-pola pengaturan yang ketat dan bersifat memaksa terhadapnya.
 system pemerintahan (harus) demokrasi


VENEZUELA
 Ideologi yang dipakai di VeneZueLa adalah Sosialis
 Alasan menggunakan ideologi tersebut :
 Setelah penguasaan atas pemerintahan dan parlemenlah, Chaves berani melakukan langkah selanjutnya yakni merombak UUD negara yang menjadikan Venezuela negara sosialis. Juga melaksanakan program nasionalisasi migas di negara tersebut dan hasilnya didistribusikan kepada rakyat melalui: subsidi kesehatan, pendidikan dan harga minyak serta bensin murah untuk rakyatnya. Ini adalah penegasan bahwa perombakan sistem ekonomi kapitalis menjadi ekonomi sosialis setelah menguasai kekuasaan politik sepenuhnya.


• LUXEMBURG

 Ideologi yang dipakai di Luxemburg adalah Sosialisme
 Alasan menggunakan ideologi tersebut :
 Menciptakan masyarakat sosialis yang dicita-citakan dengan kejernihan dan kejelasan argument, bukan dengan cara-cara kekerasan dan revolusi.Permasalahan seyogyanya di selesaikan dengan cara demokratis.



JERMAN
 Ideologi yang dipakai di Jerman adalah Fasisme
 Alasan menggunakan ideologi tersebut :
 negara diperlukan untuk mengatur masyarakat
 rakyat diperintah dengan cara-cara yang membuat mereka takut dan dengan demikian patuh kepada pemerintah. Lalu, pemerintah yang mengatur segalanya mengenai apa yang diperlukan dan apa yang tidak diperlukan oleh rakyat
 suatu bangsa perlu mempunyai pemerintahan yang kuat dan berwibawa sepenuhnya atas berbagai kepentingan rakyat dan dalam hubungannya dengan bangsa-bangsa lain. oleh karena itu, kekuasaan negara perlu dipergang koalisi sipil dengan militer yaitu partai yang berkuasa (fasis di Italia, Nazi di Jerman, Peronista di Argentina) bersama-sama pihak angkatan bersenjata.
 System pemerintahan (harus) : otoriter

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar